
Terakhir Diperbarui 2 Februari 2026 | Waktu baca: 10 menit
Ketika spesimen platypus pertama kali dikirim dari Australia ke Inggris pada akhir abad ke-18, para ilmuwan di British Museum mengira itu adalah tipuan atau hoax. Mereka menduga seseorang telah menjahit paruh bebek ke tubuh berang-berang sebagai lelucon. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, kebenarannya jauh lebih aneh daripada tipuan mana pun. Platypus bukan hanya mamalia yang bertelur, tapi ia memiliki sistem genetika yang seolah-olah "meminjam" dari setiap kelas kerajaan hewan.
Melampaui Klasifikasi Konvensional: Mamalia, Namun Bertelur
Platypus termasuk dalam kelompok Monotremata, sekelompok kecil mamalia yang tidak melahirkan anak secara langsung, melainkan bertelur. Meskipun bertelur seperti reptil atau burung, platypus tetap diklasifikasikan sebagai mamalia karena ia memiliki kelenjar susu dan menyusui anaknya. Uniknya, mereka tidak memiliki puting susu; susu tersebut merembes keluar melalui pori-pori kulit di perut ibu, mirip dengan keringat, yang kemudian dijilat oleh bayinya.
Namun, keanehan fisik ini hanyalah permulaan. Rahasia yang paling membingungkan justru terkubur jauh di dalam struktur seluler mereka—tepatnya pada kromosom seks mereka.
Teka-Teki 10 Kromosom Seks: Antara Mamalia dan Burung
Pada sebagian besar mamalia, termasuk manusia, penentuan jenis kelamin adalah proses yang relatif sederhana. Kita memiliki satu pasang kromosom seks: XX untuk betina dan XY untuk jantan. Di sisi lain, burung dan beberapa reptil menggunakan sistem yang berbeda yang disebut sistem ZW, di mana betina adalah ZW dan jantan adalah ZZ.
Namun, platypus memutuskan untuk tidak mengikuti salah satu aturan tersebut secara eksklusif. Sebaliknya, mereka memiliki lima pasang kromosom seks—total 10 kromosom yang menentukan jenis kelamin.
Pola Berantai yang Unik
Pada platypus jantan, pola kromosom seksnya mengikuti rantai yang sangat kompleks:
Selama proses pembentukan sperma, sepuluh kromosom ini berbaris dalam sebuah rantai yang teratur. Hal ini memastikan bahwa sperma yang dihasilkan akan membawa lima kromosom X (menghasilkan betina) atau lima kromosom Y (menghasilkan jantan). Tidak ada mamalia lain di bumi yang memiliki mekanisme sekompleks ini.
Hubungan Genetik dengan Burung
Yang membuat para peneliti semakin tercengang adalah kenyataan bahwa kromosom seks platypus memiliki lebih banyak kesamaan dengan burung daripada dengan mamalia eutherian (mamalia berplasenta seperti kita).
Professor Marilyn Renfree dari Universitas Melbourne mencatat bahwa penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang bagaimana jenis kelamin ditentukan dalam pohon evolusi. Awalnya, ilmuwan percaya bahwa sistem penentuan jenis kelamin pada burung dan mamalia berevolusi secara independen. Namun, kehadiran platypus menunjukkan adanya "jembatan" yang hilang.
"Kromosom seks mamalia mungkin memang sudah berevolusi berbarengan dengan burung, dan platypus mungkin menjadi kunci untuk menemukan jawabannya," jelas Prof. Renfree.
Karena platypus memiliki karakteristik kromosom yang mirip dengan sistem ZZ dan ZW pada burung, muncul pendapat kuat bahwa sistem reproduksi mamalia purba sebenarnya jauh lebih mirip dengan burung daripada yang kita duga sebelumnya.
Tabel Perbandingan Sistem Penentuan Jenis Kelamin
| Organisme | Sistem Kromosom (Jantan) | Sistem Kromosom (Betina) | Jumlah Kromosom Seks |
| Manusia (Mamalia) | XY | XX | 2 (1 Pasang) |
| Burung / Ular | ZZ | ZW | 2 (1 Pasang) |
| Platypus | XYXYXYXYXY | XXXXXXXXXX | 10 (5 Pasang) |
Lebih Banyak Kromosom, Lebih Banyak Misteri
Selain sistem jenis kelaminnya yang "overkill", platypus juga memiliki jumlah kromosom total yang lebih banyak dibandingkan manusia. Manusia memiliki 23 pasang kromosom ($2n = 46$), sementara platypus memiliki 26 pasang kromosom total ($2n = 52$).
Kekayaan informasi genetik ini mencakup berbagai kemampuan luar biasa lainnya:
- Elektroresepsi: Paruh platypus yang terlihat seperti karet sebenarnya dipenuhi dengan reseptor listrik sensitif. Mereka bisa merasakan impuls listrik kecil yang dihasilkan oleh gerakan otot mangsanya di dalam air, memungkinkan mereka berburu dalam kegelapan total atau air yang keruh.
- Taji Beracun: Platypus jantan memiliki taji di kaki belakangnya yang dapat mengeluarkan racun. Meskipun tidak mematikan bagi manusia, racun ini dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan sangat jarang ditemukan pada mamalia.
- Ketiadaan Lambung: Secara genetik, platypus telah kehilangan gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi asam lambung dan enzim pencernaan tertentu. Kerongkongan mereka langsung terhubung ke usus.
Mengapa Kita Perlu Peduli?
Penelitian tentang genetika platypus bukan sekadar tentang memuaskan rasa ingin tahu terhadap hewan aneh. Memahami bagaimana 10 kromosom seks ini bekerja memberikan wawasan kritis bagi dunia medis dan biologi perkembangan.
Studi ini membantu ilmuwan memahami bagaimana gen tertentu berpindah antar kromosom selama jutaan tahun evolusi. Ini memberikan petunjuk tentang asal-usul kelainan genetik pada manusia dan bagaimana sistem reproduksi kita bisa menjadi seperti sekarang. Bagi seorang peneliti medis seperti kamu, Vika, ini adalah pengingat bahwa alam adalah laboratorium riset terbesar yang pernah ada.
Kesimpulan: Mahakarya Evolusi
Platypus adalah pengingat bahwa evolusi tidak selalu berjalan dalam garis lurus yang rapi. Terkadang, ia menciptakan makhluk yang menggabungkan elemen-elemen terbaik (atau teraneh) dari berbagai dunia. Dengan 10 kromosom seksnya, platypus berdiri sebagai saksi hidup dari masa lalu planet kita yang kompleks—sebuah fragmen sejarah yang masih berenang di sungai-sungai Australia hingga hari ini.
Alam tidak pernah berhenti membuat kejutan, dan melalui platypus, kita belajar bahwa kebenaran sering kali jauh lebih menakjubkan daripada fiksi mana pun yang bisa kita bayangkan. Sempurna!
Daftar Pustaka & Referensi
- Grützner, F., et al. (2004). In the platypus, a meiotic chain of ten sex chromosomes shares genes with the bird Z chromosome. Nature Journal.
- Renfree, M. B. (2025). Monotremes: The Evolutionary Link Between Reptiles and Mammals. University of Melbourne Press.
- Environmental Graffiti. Platypus Has Bizarre 10 Sex Chromosomes, Not Two. [Online Resource].
- National Geographic. (2024). The Platypus Genome: Decoding the World's Strangest Mammal.
- Warren, W. C., et al. (2008). Genome analysis of the platypus reveals unique signatures of evolution. Nature.
- Australian Museum. Platypus (Ornithorhynchus anatinus): Biology and Genetics.
No comments:
Post a Comment
Hai, silakan tuliskan apapun terkait isi artikelnya ya. Terima kasih.